Kamis, 04 Mei 2017

DDLK Multimedia bagi Guru Madrasah

DDLK Multimedia bagi Guru Madrasah di Kanmenag Kabupaten Pangandaran
(MAN Pangandaran, 2-6 Mei 2017)

A. Pendahuluan.

Kompetensi guru harus terus ditingkatkan untuk merespon kebutuhan peningkatan kualitas pendidikan nasional. Kualitas pendidikan nasional salah satu pilarnya adalah kualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan. Kualitas guru akan menentukan kualitas proses pembelajaran yang selanjutnya berpengaruh pada kualitas hasil belajar.
Peningkatan kompetensi guru salah satunya dapat ditempuh melalui pendidikan dan pelatihan (diklat). Diklat merupakan bentuk intervensi lembaga agar pegawainya memiliki kompetensi standar sehingga mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar. Untuk itulah, Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan sebagai penyelenggara diklat tingkat pusat dan Balai Diklat Keagamaan sebagai penyelenggara diklat tingkat daerah di lingkungan Kementerian Agama memiliki tugas meningkatkan kompetensi pegawai termasuk guru.

B. Tujuan

Tujuan diselenggarakan Diklat Teknis Substantif Peningkatan Kompetensi Multimedia bagi Guru Madrasah adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dalam proses pembelajaran dan sikap mental Guru untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan standar kompetensi sebagai seorang guru yang profesional.

C. Sasaran
Terwujudnya peserta Teknis Substantif Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah dalam menguasai Multimedia sesuai dengan bidang masing-masing.

C. Ruang Lingkup Mata Diklat Inti:
1. Aktivasi Arabic Enabled
Mata diklat ini meliputi: Mengidentifikasi computer yang Arabic enabled, Mendemonstrasikan setting bahasa pada control panel, Mendemonstrasikan setting bahasa, Mendemonstrasikan setting keyboard layout
2. Media presentasi menggunakan program aplikasi presentasi (MS Powerpoint atau SO Impress atau OO Impress atau MS Publisher) Mata diklat ini meliputi : program prsentasi dari Microsoft, Star Office, Open Office, dan MS Publisher
3. Template presentasi dengan slide master
Mata diklat ini meliputi: Mengidentifikasi menu slide master, Mengidentifikasi lay out slide master, Membuat tombol navigasi, Melakukan tautan (hyperlink) pada tombol navigasi
4. Penyuntingan slide (animasi teks, grafis, transisi, penyisipan)
Mata diklat ini meliputi: Melakukan penyuntingan fonts, Menyisipkan gambar, Menyisipkan suara, Menyisipkan video. Membuat animasi teks, Membuat animasi grafis, Menyimpan file
5. Pemanfaatan Internet sebagai Media Pembelajaran
Mata diklat ini meliputi : membuat blog, menyimpan file di web memasang file presentasi ke jejaring sosial.
D. Dokumentasi Kegiatan

gambar.1 membuat slide master

gambar 2 membuat slide master
gambar 3,4 suasana kegiatan peserta diklat

Senin, 10 April 2017

Diklat Guru Muda IPS MTs

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Diklat Keagamaan Bandung merupakan  salah satu kegiatan untuk meningkatkan kompetensi guru muda dalam hal pembelajaran dan pengajaran yang dilaksanakan selama 12 hari. 

Selasa, 20 Desember 2016

ddtk Pengembangan Diri Materi Lesson Study

Lesson Studi (Jugyokenkey)

Guru Pembelajar, dimana pembelajarannya membuat peserta didik aktif dan mampu berpikir tinggi.
plan, do, see.
pemateri : pa DR. Harun dan Pa Endang dari UPI Bandung
doc.ls2016
Desember 21, 2016

Minggu, 11 Desember 2016

Minggu, 31 Juli 2016

Diklat Bela Negara

Bela Negara yang di programkan oleh Kemhan merupakan program sadar untuk membela dan mempertahankan NKRI sesuai dengan amant Undang-Undang Dasar 1945

Bahwa setiap warga Negara berhak membela bangsa dan Negara.

Jumat, 01 April 2016

DDLK Multimedia Guru MIPA Kab. Cirebon

DDLK Multimedia Guru MIPA Kabupaten Cirebon
Pelaksanaan Tanggal 29 Maret s.d. 2 April 2016
Tempat Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon
Peserta Guru MIPA MTs Se-Kabupaten Cirebon berjumlah 30 orang

Materi:
1. Ms-Word
2. Ms-Powerpoint
3. Ms-Exel
4. Openoffice
5. Internet sebagai media pembejaran

Widyaiswara:
1. Losarini Sumartati, M.Pd.
2. Saeful Nurdin, M.Pd.

dokumentasi kegiatan:

dok.1 Multimedia


dok2. Multimedia


dok3. Multimedia

Selasa, 29 September 2015

secangkir teh

Cangkir adalah wadah kecil untuk minum teh atau kopi dengan pegangan di salah satu sisi yang digunakan sewaktu memegang denganibu jari dan jari tangan yang lain. Cangkir kadangkala berisi teh atau kopi yang panas sehingga pegangan pada cangkir berguna agar tangan tidak kepanasan sewaktu mengangkat cangkir.
Cangkir biasanya dibuat dari porselen dan mempunyai pasangan berupa piring kecil yang juga dikenal dengan nama tatakan (saucer). Cangkir dan tatakannya biasanya merupakan bagian dari perangkat minum teh (tea set) yang terdiri dari teko, cream jug, mangkuk gula bertutup, dan slop bowl.
Di Indonesia, cangkir masih sering digunakan sebagai satuan ukuran pada resep kue, 1 cangkir kira-kira sama dengan 150 cc dan tidak sama dengan 1 cup.
Cangkir harus berpasangan dengan tatakan yang memiliki motif yang sama. Cangkir yang berkualitas tinggi dan mahal biasanya dibuat dari porselen yang hampir bening dengan motif bunga yang indah. Kolektor sering menghabiskan waktu mencari pasangan dari cangkir dengan tatakan yang hilang atau pecah. Cangkir antik yang pernah dipakai tokoh ternama selalu menjadi incaran kolektor. Sendok teh dari perak dengan tangkai yang memiliki sedikit keramik berhias motif yang serupa dengan cangkir juga merupakan barang incaran kolektor.
Cangkir pertama yang dikenal Eropa berasal dari pusat produksi keramik Imari di Jepang. Cangkir diimpor oleh orang Eropa khusus untuk minum teh yang merupakan minuman baru pada masa itu. "Cangkir" teh (mangkuk teh) yang digunakan di Asia Timur tidak mempunyai pegangan. Cangkir pertama yang dibuat orang Eropa di Meissen juga tidak mempunyai pegangan karena sekadar meniru "cangkir" teh dari Asia.
(sumber: id.wikipedia.org/wiki/Cangkir)

Selasa, 02 Juni 2015

diklat calon asesor propinsi

tanggal 1 - 5 Juni 2015, Balai Diklat Keagamaan Bandung melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi calon asesor dan asesor tahun 2015. Peserta dari widyaiswara dan pengawas kab/kota dijawabarat.

Sabtu, 15 Maret 2014

Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013

Perubahan kurikulum merupakan pembaharuan dalam proses belajar yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas peserta didik, dalam kurikulum 2013 yang melatarbelakangi munculnya kurikulum ini, karena negara kita berada dibawah negara-negara lain dalam perolehan nilai PISA dan TIMMS tahun 2013 negara kita berada diurutan dua dari bawah, dan tuntutan kompetensi abad 21 yang merupakan harus dipunyai oleh pendidik dan peserta didik.
Pada kurikulum 2013 ada perubahan-perubahan yang dilakukan diantaranya: pada standar kompetensi lulusan, standar proses, standar isi dan standar penilaian. Pendekatan saintifik (metode ilmiah), penilaian otentik benang merah yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas peserta didik. terdapat beberapa model pembelajaran yang diharapkan mendongkrak pemahaman peserta didik dalam memahami materi dan guru dalam memberikan materi. Diantaranya model dialog (tanya-jawab), yang di ajarkan di negara jepang ternyata memiliki perbedaan dengan di negara kita. Di jepang Dialog (tanya-jawab) tidak berhenti setelah mendapat jawaban yang benar, melainkan berhenti jika pemahaman siswa sudah mendalam. Itulah sebabnya mengapa siswa Jepang menduduki peringkat lima terbaik di dunia pada PISA tahun 2003, 2006, dan 2009. Di kita dialog ini jarang sekali karena guru memegang peran sentral dalam pembelajaran.
Pembelajaran DMKK merupakan pembelajaran tanpa model-model pembelajaran, karena itu ada perbedaannya dengan model-model pembelajaran. Walaupun berbeda tetapi dapat digunakan untuk kurikulum 2013, karena memenuhi tuntutan kurikulum 2013. Perbedaan antara model-model pembelajaran dan DMKK antara lain sebagai berikut ini.
Model-model Pembelajaran
DMKK
Pembelajaran pada setiap pertemuan pembelajaran relatif berbeda sesuai dengan model yang digunakan.
Pembelajaran pada setiap pertemuan pembelajaran relatif sama, yaitu dialog mendalam  dilanjutkan dengan kegiatan kelompok.
Langkah-langkah pembelajaran mengikuti model pembelajaran yang digunakan.
Langkah-langkah pembelajaran  divariasikan antara kegiatan klasikal (dialog mendalam), kegiatan kelompok, dan kegiatan individual
Lebih mengandalkan kegiatan siswa mengisi LKS pada kegiatan kelompok praktik atau bukan praktik.
Lebih mengandalkan kegiatan dialog antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa tanpa LKS.
Siswa tidak belajar cara merencanakan percobaan, karena sudah ada dalam LKS.
Siswa belajar cara merencanakan percobaan, karena tidak ada LKS.
Harus menggunakan alat/media  sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan.
Dapat menggunakan alat/media  sesuai dengan ketersediaan alat/media di sekolah.
Rencana pembelajaran merupakan rencana yang pasti, karena harus mengikuti langkah-langkah pembelajaran yang sudah ditetapkan.
Rencana pembelajaran baru merupakan perkiraan mengenai yang akan dilaksanakan, karena harus mengikuti perubahan situasi belajar yang dibutuhkan siswa.
Pelaksanaan pembelajaran harus sama dengan RPP.
Pelaksanaan pembelajaran boleh tidak sama dengan RPP.
Memberitahukan tujuan pembelajaran dan basa-basi lainnya pada awal pembelajaran merupakan kegiatan penting, agar siswa memahami kompetensi yang akan diperolehnya setelah belajar dan siap belajar dengan baik.
Waktu pembelajaran harus digunakan seefisien mungkin dan  pada awal pembelajaran pikiran siswa masih segar siap untuk belajar, karena itu tujuan pembelajaran tidak perlu diberitahukan pada siswa dan basa-basi lainnya di awal pembelajaran harus dihindari.
Pada setiap akhir pertemuan pembelajaran harus ada tes untuk siswa, agar mengetahui perkembangan hasil belajar siswa.
Tes untuk siswa dapat dilaksanakan sewaktu-waktu, tidak harus pada setiap akhir pembelajaran. Perkembangan hasil belajar siswa sudah diketahui secara riil dari dialog guru dengan siswa dan siswa dengan siswa.


PDWK TIK MA Angkatan V

  Kota Cirebon merupakan kota yang unik dapat dikatakan kota wali, Sunan Gunung Djati. Cirebon dari kata cai dan rebon, ada juga dengan nama...